Tubaba— Dalam rangka mendukung visi dan misi Kepala Daerah terkait penguatan sektor peternakan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, Tahun 2025 ini melaksanakan program penyediaan dan pengembangan sarana pertanian berupa penyediaan benih atau bibit ternak serta hijauan pakan ternak yang bersumber dari kabupaten/kota lain.
Disnakeswan menyalurkan total 38.710 dosis straw atau benih ternak untuk kegiatan Inseminasi Buatan (IB), yang terdiri dari 16.440 dosis straw sapi dan 22.270 dosis straw kambing. Adapun jenis benih kambing yang disediakan adalah Peranakan Etawa dan Boer, sedangkan untuk sapi terdiri dari jenis Limousin, Simental, dan Bali.
Kepala Disnakeswan Tubaba, Nazaruddin, melalui Kepala Bidang (Kabid) Perbibitan dan Produksi Ternak, Devita, menjelaskan bahwa pelayanan IB untuk kambing diberikan secara gratis untuk 20.000 dosis pertama. Pemerintah juga memberikan insentif sebesar Rp.5.000 per pelayanan IB kepada petugas. Sisanya, untuk dosis diluar kuota tersebut, akan dilakukan atau dikenakan biaya pelayanan secara mandiri oleh peternak.
“Pengadaan straw dilakukan melalui pihak ketiga, yakni Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang, pada bulan Mei lalu dengan total anggaran Rp.500 juta lebih. Dari jumlah tersebut, Rp.350 juta dialokasikan untuk pengadaan straw, Rp100 juta untuk insentif petugas IB, serta sisanya digunakan untuk pelaksanaan sekolah lapang dan penghargaan bagi petugas berprestasi,” terang Devita, saat dikonfirmasi media, Kamis (10/07/2025).
Lanjut dia, program IB ini menargetkan pelayanan terhadap 8.220 ekor sapi dan 11.135 ekor kambing, dengan proyeksi hasil kelahiran sebanyak 3.700 ekor sapi dan 13.000 ekor kambing. Masa tunggu hasil kelahiran berkisar 4 bulan untuk kambing dan 9 bulan untuk sapi setelah proses Inseminasi.
“Adapun distribusi dari pengadaan straw dilakukan dalam tiga tahap, yakni bulan Mei, Juli, dan September. Saat ini, telah didistribusikan tahap pertama sebanyak 13.000 dosis, terdiri dari 6.000 dosis straw sapi dan 7.000 dosis straw kambing. Untuk tahap kedua masih dalam proses pengiriman sebanyak 12.770 dosis kambing dan sapi,” jelasnya.
Menurutnya, masyarakat peternak yang ingin mendapatkan pelayanan IB ini dapat menghubungi petugas kesehatan hewan terdekat di wilayahnya.
“Pelayanan kita langsung turun kelapangan, jadi masyarakat peternak yang belum sempat terdata ingin mengikuti program kawin suntik atau IB ini bisa menghubungi petugas terdekat. Kita berharap kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar dan mampu meningkatkan perekonomian khususnya sektor peternakan,” pungkasnya. (Rian)




